Archive

Archive for February, 2010

Reformasi Hukum dan Masa Depan Komisi Yudisial

February 28, 2010 Leave a comment

Korupsi di lingkungan peradilan atau lebih populer dikenal dengan mafia

peradilan masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Praktek
korupsi yang melibatkan hampir seluruh aktor dalam peradilan masih
melekat dalam peradilan di Indonesia. Berbagai kasus putusan hakim yang
kontroversial masih terjadi di pengadilan kita. Demikian juga suara
miring soal pengadilan masih sering terdengar.

Salah satu indikator penting yang bisa menjadi rujukan adalah berbagai
laporan survey yang secara konsisten menunjukkan tingginya tingkat
korupsi di peradilan Indonesia. Pada tahun 2008 lalu, Political Economy
Risk and Consultancy (PERC), konsultan bisnis berbasis di Hong Kong,
menempatkan peradilan Indonesia sebagai peradilan terkorup dibandingkan
dengan institusi peradilan negara-negara ari sejumlah institusi
peradilan di Asia lainnya. Demikian juga survey Global Corruption
Barometer yang secara rutin dilakukan oleh Transparency Internasional
menempatkan peradilan, terutama pengadilan dan Kepolisian, sebagai
institusi paling korup bergantian dengan parlemen dan partai politik.

Read more…

Categories: Lain-lain

Kampanye Anti Korupsi lewat mural

February 19, 2010 3 comments

Gerakan pendukung KPK ketika Bibit dan Chandra dikriminalisasi atau Cicak vs Buaya, juga mendapatkan dukungan dari seniman mural di Jakarta. Berikut ini adalah foto-foto mural itu.

Categories: Lain-lain

Public Fund Raising

February 19, 2010 Leave a comment

Salah satu persoalan klasik yang dihadapi oleh NGO adalah keberlanjutan pendanaan.  Problem ini juga dirasakan oleh rekan-rekan di ICW karena sebagian besar dana ICW masih berasal dari  donor, baik NGO maupun development aid.  Salah satu strategi yang hendak dicoba adalah meminta dana dari masyarakat atau public fund raising.

Model  pendanaan ini bukan barang baru karena sejumlah NGO, terutama NGO internasional telah melakukannya. Salah satu yang cukup berhasil di Indonesia adalah Greenpeace yang berhasil menggalang donator puluhan ribu. Tahun lalu ketika aku sempat berdiskusi dengan Manager Fundraising Greenpeace Indonesia, mereka berhasil menggalang dana dari 25.000 orang dan 16.000 diantaranya adalah donatur tetap.

Ini menjadi tantangan bagi rekan-rekan di ICW. Mampukah kami menggalang dana dari masyarakat langsung? Sebetulnya kami sudah pernah mencobanya dengan bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dan Yappika. Meskipun tidak sebanding dengan bantuan dari donor, langkah awal itu cukup menggembirakan. ICW bersama Dompet Dhuafa dan Yappika mendapatkan sumbangan dari masyarakat lebih dari Rp. 80 juta. Selain itu ICW juga sudah mulai menggalang dana dengan menjual bermacam souvenir seperti kaos, mug, stiker dan sebagainya. Tentu hasilnya masih kecil akan tetapi sumbangan dari masyarakat merupakan bukti dukungan kepada ICW dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Target kami mulai tahun ini dan selanjutnya, ICW mampu mendiversifikasi sumber dana sehingga tidak tergantung pada bantuan dan kerjasama dengan donor.

Categories: Lain-lain
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.