Home > My Diary > Pertemuan dengan Masa Lalu

Pertemuan dengan Masa Lalu

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00. Di hp-ku, sms dari Tohek sudah nongol, “Ayo kumpul, ojo sampe telat”. Tetapi restoran Buffet itu masih sepi. “Restoran sudah buka, tetapi makanan belum siap. Barangkali setengah jam lagi,” kata seorang resepsionis di depan restoran yang sudah berdandan manis rapi dengan senyum ramah mengembang.

“Diamput,” umpatku. Katanya jam 11 eh kok belum ada yang nongol. Sepintas aku sempat melihat seseorang, tetapi siapa ya? Kok sepertinya pernah kenal. Karena aku nggak tahu pasti, aku tidak menyapanya. Belakangan kuingat kalau namanya Afi, teman di Loyola dulu.

Akhirnya, setelah sempat muter-muter aku ketemu Chris yang jauh-jauh dari Batam datang ke acara reuni kami. Mungkin lagi buang duit sehingga bela-belain datang ke Jakarta ketemu teman-teman eks Loyola yang lulus tahun 1991. Menggunakan kaos kuning, Chris masih seperti yang dulu. Tidak banyak perubahan padanya. Ketika kami teman-temannya sudah pusing dengan urusan berat badan, kulihat Chris masih seperti 14 tahun yang lalu.

                                                   ***
Pipin, begitu kami memanggilnya. Pipinya bulat, tetapi anehnya badannya tidak terlalu gemuk. Mungkin lemak di badannya hanya terkonsentrasi di pipi. Kuliah di teknik kimia Universitas Diponegoro (Undip), kini bekerja di Quest International, sebuah perusahaan parfum. “Kami produksi fragrance,” katanya, mengingatkanku pada istilah fragrant literary atau sastra wangi. Itu tuh, penulis novel generasi baru yang entah sengaja atau tidak cantik-cantik semua. Dipelopori oleh Ayu Utami, Dewi Lestari, Fira Basuki dan masih banyak lagi. Ada yang suka, tetapi ada juga yang mencibir, “novel mereka tidak seharum parfumnya”.

Costa. Wajahnya juga bulat. 14 tahun lalu kuingat dia sangat kurus. Juga kuliah di Teknik Kimia Undip, kini bekerja di Surabaya. Kata Pipin, “Perusahaannya memproduksi pompa”. Aku nggak tahu pompa seperti apa yang diproduksi, mudah-mudahan lebih baik dari pompa yang bisa mendorong buah apel dari Romeo ke Juliet di atas balkon seperti iklan sebuah pompa juga.

Aha, nyonya yang satu ini biasa kami panggil Reti. Mulai terlihat gemuk dan terlihat semakin montok pipinya. Bekerja di Microsoft. Pas benar dengan latar belakangnya yang tamat dari Teknik Informatika ITB. Aku nggak sempat menanyakan apa yang dikerjakannya di Microsoft, tetapi yang jelas bekerja keras agar orang atau perusahaan Indonesia mau membeli produk asli, bukan bajakan. Bukan pekerjaan yang mudah, apalagi dengan kondisi hukum Indonesia yang masih amburadul. Bagaimana mungkin memberantas pembajakan bila polisi, jaksa dan hakim bekerja dengan software bajakan? Jeruk kok makan jeruk.

Sembari makan, Reti tampak asyik berdiskusi dengan Yudi. Bidang mereka sama, tetapi Yudi bekerja di Oracle. Seingatku Oracle memproduksi piranti lunak untuk data base. Tetapi mungkin masih ada produk lain dari Oracle yang tidak kuketahui. Maklum, meskipun aku menyandang gelar sarjana teknik elektro, sepertinya aku mengalami amnesia. Banyak hal yang telah aku lupakan atau terhapus dari ingatan. Aku tidak terlalu menikmati sekolah tukang listrik dulu.

Sementara Dandung, seorang teman kini bekerja di bidang listrik itu. Dia bekerja di Hewlett Packard. Seingatku dulu dia sekolah tukang gambar di Undip. Alih-alih menjadi arsitek, Dandung malah mengambil sekolah bisnis dan sekarang bekerja di HP. Dandung juga masih seperti dulu, maksudku tetap gemuk seperti dulu. Hanya saja kini semakin bertambah gemuk. Benar kata Awan, banyak diantara kami yang mengalami masalah over-weight.

Oh ya, aku harus cerita tentang Tohek atau lengkapnya Oloan Tony Sitohang yang mengundangku ikut reuni. Dia yang menjadi organizer acara itu. Bekerja di Martha Tilaar, setelah sebelumnya bekerja di bisnis jasa pengiriman paket. Yang menghubungkan antar pekerjaan sebelumnya dan kini adalah jasa mengantar. Tohek datang bersama tunangannya. Rupanya reuni ini jadi momentum untuk launching pasangan baru dan semoga yang terakhir.

Masih banyak yang hadir tetapi tak sanggup lagi aku menuliskannya. Banyak kesan untuk David Aciap, Henry atau Nanang “ndog”, Yuli, Kepik dan lainnya. Lagipula ada banyak foto yang diambil oleh Gepeng, Tohek dan Yudi. Bukankah gambar jauh lebih utuh bercerita ketimbang untaian kata-kata kering ini?

                                           ***
Waktu berjalan terasa cepat. Perut pun tak sanggup lagi menampung makanan yang telah disediakan untuk dilahap sehabis-habisnya. Pertemuanku dengan masa lalu berakhir. Tetapi ketika kami beringsut hendak keluar, “Eh kita sambung lagi di bawah yuk”, kata Dandung mengusulkan.

Kami pun ke bawah. Di pinggir jalan, di balik tirai air, kami menyeruput kopi Cup&Cino. Kami kami masih asyik bertukar cerita tentang masa lalu. Tetapi waktu yang berjalan cepat tak kuasa kami lawan. Petang datang mengintip dari balik langit, melempangkan jalan untuk sang senja kembali menyapa bumi.

kutinggalkan kau ketika rembang petang
datang menjelang
kugenggam segumpal harapan di balik kenangan
tahun-tahun yang silam
perjalanan ini adalah keharusan atas rentetan waktu
yang sudah aku tinggalkan
sedang kenangan menggores setiap batu
yang berjejer di jalan-jalan

empat belas tahun aku tenggelam dalam sejarah
persahabatan yang panjang
karena sejarah itulah aku kenal padamu
dan karena sejarah itu pun aku meninggalkanmu
(Disadur dari Perjalanan, Kembara, 2002)

“Terus apa follow-upnya,” tanya istriku sesampaiku di rumah. Serius kali pertanyaannya. Mungkin dia membandingkan reuni dengan teman sekampusnya yang setelah bertemu lalu membuat serangkaian acara dan kegiatan. Lalu apa ya follow up-nya? Gambaz telah memberikan jawaban tepat sesaat sebelum kami berpisah, “Sampai jumpa tahun depan, kita kumpul-kumpul dan makan-makan lagi”

Categories: My Diary
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: