Home > My Kampung > Menyambut Kota Tangerang Selatan

Menyambut Kota Tangerang Selatan

Akhirnya DPR mengesahkan terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Pembentukan kota baru ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang dinilai terlalu besar. Tangerang Selatan terdiri beberapa kecamatan yang kini telah berkembang pesat, yakni Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren dan Setu. Luas wilayah kota baru ini mencapai 147,19 km dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai satu juta jiwa. Tangerang Selatan juga telah menjadi kawasan pemukiman di selatan Jakarta. Beberapa perumahan besar seperti Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai dan sejumlah perumahan besar lain mendorong pesatnya perkembangan kawasan ini.

Pesatnya perkembangan Tangerang Selatan pada akhirnya memerlukan pemerintahan sendiri agar pelayanan publik bisa diselenggarakan lebih baik dan kebijakan publik dapat diputuskan lebih cepat. Apalagi realitas faktual menunjukkan Serpong dengan dukungan aktivitas sektor bisnis, kini telah berkembang menjadi kota mandiri. Praktis semua fasilitas telah tersedia di Serpong, juga Bintaro dan daerah lainnya. Perkembangan ini menuntut pemerintah semakin responsif dalam managemen kota. Sementara Kabupaten Tangerang diharapkan lebih fokus untuk membangun kawasan lain di Tangerang yang relatif tertinggal dari berbagai aspek dibandingkan dengan Tangerang Selatan dan kawasan lain di Kabupaten Tangerang.

Agenda

Akan tetapi, pembentukan Kota Tangerang Selatan tidak otomatis menyelesaikan berbagai macam persoalan. Terbentuknya kota baru hanya merupakan langkah awal untuk menata kota lebih baik lagi di masa mendatang. Untuk ada sejumlah agenda yang harus dituntaskan oleh pemerintah kota Tangerang Selatan yang akan terbentuk. Pertama, pembangunan infrastruktur kota. Banyak jalan di kawasan ini, terutama di luar kompleks perumahan, kondisinya sangat buruk. Jalan berlubang adalah pemandangan biasa. Berulang kali jalan diperbaiki, akan tetapi pembangunan yang parsial menjadikan umur jalan menjadi pendek.

Infrastruktur lain yang perlu dibenahi adalah saluran drainase. Banjir yang melanda Jakarta tahun 2007 lalu sesungguhnya juga terjadi di Pamulang, Ciputat dan Bintaro. Bahkan Perumahan Inhutani di Ciputat adalah langganan banjir. Persoalan ini harus segera diatasi oleh pemerintah kota dengan memperbaiki dan menata ulang drainase. Keberadaan pemerintah kota menjadikan proses pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan cepat.

Kedua, tata kota Tangerang Selatan. Tata kota merupakan konsep yang sangat luas karena menyangkut pengaturan lahan dan kawasan untuk berbagai keperluan. Tugas mendesak pemerintah kota adalah menyiapkan tata kota. Harus ada pengaturan yang tegas dan ketat untuk kawasan pemukiman, bisnis dan ruang publik. Juga harus diperhatikan keberadaan situ-situ sebagai penampung air dan resapan air. Pengaturan kota sangat mendesak karena kawasan Tangerang Selatan tumbuh dengan sangat pesat. Dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 6% saja, di Tangerang Selatan kita menyaksikan derap pesat pembangunan pemukiman dan kawasan niaga. Tanpa pengaturan, fungsi-fungsi kota yang lain akan terpinggirkan oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Dalam jangka panjang, Tangerang Selatan tentu akan ditinggalkan penduduk atau penduduk menjadi apatis.

Ketiga, penegakan hukum dan aturan. Pengaturan kota tidak hanya terbatas pada konsep akan tetapi juga diperlukan ketegasan agar tidak ada penyimpangan. Jangan sampai terjadi lagi sebagian situ Pamulang direklamasi menjadi mal. Celakanya, mal tidak menjadikan situ sebagai satu bagian dari desain bangunan, bahkan situ sepertinya adalah saluran pembuangan limbah mal. Padahal, bila situ dipertahankan, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat adanya tempat penampungan air tetapi juga potensi wisata. Situ dipandang sebagai saluran pembuangan kotoran yang kalau perlu dihilangkan saja. Padahal di banyak daerah situ adalah objek wisata penting yang bisa mendatangkan keuntungan ekonomis yang sangat besar bila dikelola dengan baik.

Penegakan hukum masih menjadi persoalan. Lihat saja Pasar Ciputat. Meskipun jembatan layang telah dibangun, kemacetan tetap saja terjadi. Jembatan layang hanya memindah titik kemacetan, tidak memecahkan persoalan. Pangkal soalnya adalah angkot dan bis yang ngetem seenaknya, ditambah dengan pedagang yang berjualan di depan pasar.

Keempat, optimalisasi fungsi sebagai kota penyangga. Tidak bisa dipungkiri Tangerang Selatan adalah satelit dari Jakarta. Kota ini tumbuh pesat karena pertumbuhan pesat yang tidak bisa ditampung lagi oleh Jakarta. Oleh karena itu, pemerintah yang akan datang tidak perlu muluk-muluk merencanakan kota. Kembalikan saja fungsinya sebagai penyangga Jakarta, tetapi tentu dengan konsep dan pelaksanaan yang profesional.

Para pekerja di Jakarta membutuhkan Tangerang Selatan sebagai tempat tinggal. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk bekerja di Jakarta. Mereka ada di rumah saat malam dan hari libur. Akan tetapi, seluruh kebutuhan dasar akan mereka cari di Tangerang Selatan. Oleh karena itu, semua pelayanan publik harus direformasi agar profesional. Bila pemerintah gagal menyediakannya, maka para penduduk akan mencari ke Jakarta atau sektor swasta yang lebih mahal.

Infrastruktur sosial

Selain agenda pembangunan fisik, ada persoalan lain yang juga harus diantisipasi oleh pemerintah, yakni kesenjangan sosial. Harus diakui ada kesenjangan yang sangat tajam antar penghuni perumahan, apalagi perumahan mewah seperti di Bintaro dan Serpong, dengan penduduk lokal. Tidak hanya dalam aspek ekonomi, dalam aspek sosial pun banyak penghuni perumahan yang tidak merasa menjadi bagian dari Tangerang. Mereka mengidentifikasi diri sebagai orang Jakarta.

Bila persoalan ini tidak diantisipasi sejak dini akan berpotensi menjadi masalah sosial yang pelik di masa mendatang. Bahkan bisa menjadi bom waktu masalah sosial yang bisa meledak di masa mendatang. Oleh karena itu, tugas penting pemerintah kota yang akan terbentuk adalah memfasilitasi terciptanya lapangan kerja baru yang mengakomodasi para penduduk setempat agar mereka turut menjadi bagian, bukan beban, dari kota baru ini.

Categories: My Kampung
  1. June 9, 2009 at 8:30 am

    JASA LIMBAH YULI JASA LIMBAH YULI Terima Layanan Se JAKARTA BOGOR DEPOK TANGERANG & BEKASI : Sedot WC; Air Kotor; Saluran mampet;Rembesan & Bikin Septictank Silahkan Segera Hubungi YULI No. Tlp. 021-98736434 & 021-70560098

  2. -
    December 14, 2009 at 2:11 am

    Jasa Sedot WC JAKARTA BOGOR DEPOK TANGERANG BEKASI ; Air Kotor; Saluran Mampet;Rembesan & Bikin Septictank Segera Hubungi : ISAL No. Tlp. 021-83442412; 021- 85328144 HARI MINGGU TETAP BUKA.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: