Home > Perjalanan > Sekilas tentang Sistem Pemerintahan AS

Sekilas tentang Sistem Pemerintahan AS

Amerika Serikat adalah negara yang unik dan sangat terdesentralisasi. Sebagai negara, AS semacam perserikatan negara-negara bagian yang mandiri seperti yang tergambar pada namanya, United States of America atau dalam terjemahan bebas Persatuan Negara-Negara di Amerika. Pemisahan kekuasaan yang tegas antara eksekutif (Presiden), legislatif (House of Representative dan Senat) dan yudikatif (Supreme Court) tidak hanya pada pemerintah nasional atau Federal, tetapi juga di negara bagian. Tiap negara bagian (states) memiliki pemisahan tiga pilar kekuasaan, eksekutif, legislatif dan yudikatif seperti halnya di tingkat nasional (federal). Sama seperti di tingkat federal, di tingkat states lembaga legislatif juga terdiri dari dua kamar, yakni Senat dan House of Representative. Hanya negara bagian Nebraska yang hanya menggunakan sistem satu kamar saja.

Di tiap states juga terdapat lembaga peradilan mandiri mulai dari pengadilan tingkat pertama, banding hingga Mahkamah Agung negara bagian. Tidak heran bila hukum antar states bisa berbeda-beda. Seperti kontroversi hukuman mati, sebagian negara bagian sudah menghapus hukuman mati sementara negara bagian yang lain masih mengadopsinya.

Demikian juga halnya dengan penegak hukum dan pertahanan. Setiap negara bagian juga memiliki pasukan sendiri, yaitu yang dikenal dengan National Guard. Bila pemerintah federal membutuhkan tambahan pasukan, maka Presiden juga bisa meminta bantuan dari national guard untuk berbagai penugasan, baik operasi militer maupun operasi militer di luar perang seperti bantuan untuk bencana alam.

Sama halnya dengan Kepolisian, setiap states memiliki unit polisi sendiri. Seperti dapat dilihat pada film-film Amerika, ada Los Angeles Police Department (LAPD) atau New York Police Department (NYPD) adalah kesatuan polisi di tingkat kota. Masing-masing memiliki unit-unit sendiri seperti detektif hingga SWAT. Bahkan sebagai respon terhadap terorisme dan pasca serangan ke WTC 9/11, NYPD memiliki unit anti teroris yang terpisah dengan FBI!

Parlemen Amerika terdiri dari House of Representative dan Senat. House of Representative terdiri dari 435 anggota dipilih setiap enam tahun menggunakan sistem distrik. Akan tetapi pemilihan dilakukan tidak serentak, hanya 1/3 anggota yang dipilih ulang setiap 2 tahun. Sedangkan Senat mewakili negara bagian, tiap negara bagian memiliki 2 senator sehingga anggota senat sebanyak 100 mewakili 50 negara bagian. Baik HR maupun Senat memiliki kewenangan yang sama, hanya untuk anggaran harus diusulkan oleh HR sementara persetujuan terhadap setiap usulan Presiden diusulkan oleh Senat. Untuk mengangkat menteri, duta besar dan pejabat negara lain seperti Gubernur Bank Sentral, Presiden harus mendapatkan persetujuan dari legislatif yang diusulkan oleh Senat.

Yang unik dalam sistem politik di Amerika adalah partai politik. Di Amerika partai politik bisa berjumlah banyak, berbeda-beda di setiap negara bagian. Terutama karena Pemilu sesungguhnya dilakukan di tingkat negara bagian. Republik dan Demokrat juga bukan partai politik dengan struktur dan mesin politik yang ketat. Republik dan Demokrat bisa dikatakan sekedar merupakan pembagian kecenderungan politik saja karena pada dasarnya setiap anggota HR bebas mengambil keputusan. Meskipun sebagai anggota Demokrat, tetapi sah-sah saja bila kemudian tidak setuju dengan keputusan Presiden Obama yang berasal dari Partai Demokrat. Karena setiap anggota legislatif bebas mengambil keputusan maka setiap voting dilakukan dengan terbuka sehingga konstituen mengetahui setiap pilihan anggota legislatif.

Kandidat pada dasarnya adalah independen. Seseorang bisa mencalonkan diri menjadi kandidat meskipun tidak mendapatkan dukungan dari partai politik. Pernah terjadi, ada anggota House yang tidak dicalonkan lagi oleh partai tetapi kemudian yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai calon independen dan ternyata kemudian menang.

Salah satu fenomena menarik dalam politik Amerika adalah lobbyist. Mereka ini adalah organisasi profit yang melobby anggota Kongres untuk kepentingan kliennya. Tujuannya tentu agar ada kebijakan yang memberikan keuntungan bagi kliennya. Oleh karena itu berbagai kelompok kepentingan seperti asosiasi petani, asosiasi industri dan seluruh kelompok kepentingan menyewa lobbyist ini.

Akan tetapi dalam perkembangannya lobbyist kerap dipandang miring. Terutama karena mereka melakukan apa pun untuk memperjuangkan kliennya, bahkan terkadang menggunakan cara-cara yang kolutif. Banyak anggota Kongres yang diongkosi perjalanannnya atau mendapatkan fasilitas dari para lobbyist ini. Untuk mencegah konflik kepentingan, ada aturan ketat tentang lobbyist. Mereka harus mendaftarkan diri dan mendeklarasikan siapa klien yang diwakilinya, serta sumber dana yang didapat.

Kontroversi tentang lobbyist sempat mengemuka di Indonesia ketika Taufik Kiemas, suami Presiden RI waktu itu, Megawati Soekarnoputri menyewa lobbyist untuk membuka kerja sama militer Indonesia – AS. Kerja sama militer dibekukan pada jaman Presiden Clinton karena pelanggaran HAM pasca jajak pendapat di Timor Leste. Yang menjadi kontroversi, dari mana asal uangnya? Andreas Harsono, seorang jurnalis freelance pernah menulis soal ini (http://andreasharsono.blogspot.com/2007/05/lobbying-bonanza.html). Tidak jelas apakah uang untuk membayar lobbyist berasal dari anggaran negara atau uang pribadi Taufik Kiemas. Untuk mencegah konflik kepentingan, di Amerika ada aturan yang sangat ketat yang mengatur anggota Kongres untuk mendeklarasikan setiap penerimaan dan fasilitas yang didapat, terutama dari lobbyist.

Categories: Perjalanan
  1. cristin
    November 23, 2011 at 6:06 am

    bisa secara jelas dan rinci….??????
    makacihh……….

  2. evin
    December 22, 2011 at 10:51 pm

    Boleh tahu, posisi Bp Taufik Kiemas waktu itu sebagai apa sehingga memiliki urgensi menyewa lobbyist? Terima kasih.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: