Home > Perjalanan > Kampanye dan Fundraising a la NYPIRG

Kampanye dan Fundraising a la NYPIRG

Di Albany, New York aku sempat berkunjung ke kantor New York Public Interest Research Group (NYPIRG), sebuah NGO yang memperjuangkan kepentingan publik di ibukota Negara Bagian New York. Sama seperti NGO di Indonesia, NYPIRG melakukan penelitian kebijakan publik, terutama untuk mendorong disahkannya peraturan di tingkat negara bagian atau Perda yang menjamin kepentingan publik. Fokus utama NYPIRG adalah lingkungan, perlindungan konsumen, good government, kesehatan, pendidikan, transportasi massal dan keadilan sosial.

Salah satu program NYPIRG adalah melakukan survey kartu laporan untuk menilai kualitas pelayanan transportasi massal di New York. Laporan organisasi ini pernah aku download dan baca beberapa tahun lalu ketika ICW hendak membuat report card di beberapa kota di Indonesia. Tidak kusangka ternyata aku berkunjung ke kantor NGO yang membuat laporan Straphangers Report Card.

Yang unik dari NYPIRG adalah komitmennya untuk bekerja sama dengan anak muda. Mereka mengandalkan anak-anak muda, terutama mahasiswa untuk mendukung aktivitas kampanye mereka. Jadi setiap musim panas saat kampus libur, kantor sederhana NYPIRG dipenuhi oleh mahasiswa yang magang. Apa yang dilakukan mereka? Mahasiswa itu mendukung NYPIRG untuk melakukan kampanye door to door. Benar-benar mengetuk pintu satu per satu di setiap rumah dan menyampaikan pesan NYPIRG tentang persoalan-persoalan yang menjadi advokasi NYPIRG.

Melalui kampanye door to door tersebut, pesan NYPIRG langsung sampai ke masyarakat yang terkait dengan kebijakan publik. Bahkan melalui kampanye tersebut, NYPIRG mendapatkan dukungan langsung dari masyarakat alam bentuk donasi. Masyarakat memberikan bantuan dalam bentuk uang untuk mendukung kegiatan dan kampanye NYPIRG. Setiap tahun dari kampanye yang dilakukan selama 2 bulan, NYPIRG berhasil mendapatkan dana sebesar US$ 2 juta atau memenuhi 50% dari total kebutuhan pendanaan mereka setiap tahun.

“Untuk melakukan kegiatan seperti ini, hanya orang muda yang bisa melakukannya”, kata Blair Horner, Direktur Legislatif NYPIRG. Aktivitas kampanye seperti itu memang membutuhkan antusiasme dan semangat. Tanpa semangat itu, biasanya para pemuda tidak bertahan lama dalam masa kampanye di musim panas.

Saat musim kampanye tiba, biasanya jam 2 mereka melakukan briefing untuk menjelaskan pokok persoalan kepada para mahasiswa dan berbagai persiapan teknis. Lalu jam 4 sore hingga jam 9 malam mereka berkunjung ke rumah-rumah. Kontak dengan pendukun tersebut mereka pertahankan dengan menjalin komunikasi terus-menerus. Para pendukung itu juga kerap diminta oleh NYPIRG untuk mengirim surat dukungan atau protes terhadap kebijakan publik di New York. Menurut Blair, saat ini NYPIRG memiliki database hingga 300.000 orang di seluruh New York. Dukungan yang luas dari publik ini juga membuat NYPIRG menjadi independen. Bila hanya didukung oleh beberapa orang atau lembaga saja, independensi NYPIRG akan tergerus karena pendukungnya bisa menarik bantuan pendanaan bila tidak setuju dengan materi dan strategi kampanye NYPIRG. Dengan kombinasi dukungan langsung, independensi serta kontak luas dengan media massa, tidak heran bila NYPIRG menjadi organisasi yang sangat disegani oleh para politisi di New York.

Website NYPIRG dapat dilihat di  http://www.nypirg.org/

Categories: Perjalanan
  1. David
    April 15, 2009 at 10:54 pm

    MENGGUGAT PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT

    Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
    Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
    Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi
    dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
    Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat. Dan nekatnya hakim bejat ini menyesatkan masyarakat konsumen
    Indonesia ini tentu berdasarkan asumsi bahwa masyarakat akan “trimo” terhadap putusan tersebut.
    Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat konsumen yang sangat dirugikan
    mestinya berhak mengajukan “Perlawanan Pihak Ketiga” dan menelanjangi kebusukan peradilan ini.
    Siapa yang akan mulai??

    David
    HP. (0274)9345675

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: