Home > Korupsi > Menanti Solusi Tim 8

Menanti Solusi Tim 8

ARAH perkembangan kasus dua pimpinan nonaktif KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah semakin membingungkan bagi banyak orang karena fakta dan kesaksian yang terungkap ternyata tidak sesederhana seperti yang disampaikan oleh polisi. Bahkan ada missing link yang belum terungkap seperti sosok Yulianto yang menurut Ary Muladi telah menerima uang yang konon dipakai untuk menyuap pimpinan KPK.

Fakta dan bukti yang belum terangkai itu kini menjadi tugas Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas kasus Bibit dan Chandra (Tim 8). Tim ini dibentuk oleh Presiden sebagai respons atas protes dan keberatan publik ketika Bibit-Chandra ditangkap. Publik menganggap bukti dan fakta yang dipergunakan dasar oleh polisi untuk menetapkan status tersangka kepada Bibit-Chandra belum cukup kuat. Selain itu, polisi juga memiliki konflik kepentingan dalam kasus Bibit-Chandra karena Susno Duadji yang memimpin proses penegakan hukum tengah diselidiki KPK dalam kasus Bank Century.

Publik semakin marah ketika rekaman penyadapan terhadap Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo, tersangka korupsi sekaligus buron KPK, diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Konstitusi. Terutama karena dalam rekaman tersebut terungkap bagaimana Anggodo mengatur polisi dan saksi untuk menjerat Bibit-Chandra dalam kasus penyuapan. Bahkan kronologi dan keterangan saksi bisa diatur sedemikian rapi oleh Anggodo.

Untuk menilai seluruh proses hukum dan bukti, Tim 8 mendapatkan kewenangan memeriksa semua pihak yang terkait kasus Bibit-Chandra serta mengetahui bukti dan fakta yang belum bisa diungkap ke publik. Tim 8 merupakan jalan keluar bagi keengganan Presiden untuk mencampuri proses hukum yang dilakukan oleh polisi.

Nanti rekomendasi Tim 8 akan menentukan apakah cukup bukti dalam proses hukum yang dilakukan oleh polisi sehingga kasus diteruskan atau bukti tidak mencukupi sehingga kasus harus dihentikan. Karena itu, untuk menjaga independensi, kredibilitas, dan integritas, Tim 8 beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat dan ahli hukum terkemuka dan diharapkan rekomendasinya akan mengikat semua pihak.

Belajar dari TPF Munir
Presiden SBY sebelumnya juga pernah membentuk tim serupa, yakni Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir. TPF ini dibentuk Presiden untuk mengumpulkan bukti dan fakta serta memberikan dukungan kepada polisi guna mengusut para pelaku pembunuhan Munir. TPF dibentuk karena sejak awal banyak kalangan menduga pembunuhan Munir melibatkan banyak orang penting yang berpengaruh.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya, ada sejumlah catatan penting tentang TFP Munir sebagai pelajaran. Pertama, kewenangan TPF Munir yang terbatas karena hanya mengumpulkan data dan memberikan rekomendasi. TPF tidak bisa menindaklanjuti sendiri temuan yang mereka dapat melainkan harus menyerahkannya ke Presiden yang selanjutnya akan meneruskan ke polisi.
Kedua, rekomendasi dari TPF Munir ternyata tidak seluruhnya ditindaklanjuti oleh penegak hukum. Sampai kini yang berhasil diproses oleh pengadilan hanya Pollycarpus dan direktur serta pramugari Garuda Indonesia yang terlibat dalam pembunuhan Munir. Namun peran mereka sesungguhnya hanya pelaksana lapangan. Pelaku utama yang diduga melibatkan sejumlah pejabat teras Badan Intelijen Negara (BIN) saat itu tidak pernah ditindaklanjuti oleh penegak hukum. Muchdi Purwopranjono malah divonis bebas dan aktor-aktor lain, yakni para pejabat BIN belum pernah diusut. Meskipun telah ada rekomendasi TPF, polisi seakan terbentur tembok ketika hendak mengusut pelaku utama pembunuhan Munir.

Ketiga, TPF Munir hanya menyerahkan laporan kepada Presiden dan laporan tersebut tidak dipublikasikan. Publik tidak mendapatkan akses dari laporan tim pencari fakta tersebut sehingga tidak ada kontrol dari publik saat sejumlah rekomendasi tidak ditindaklanjuti. Dari proses yang sudah berlangsung sampai saat ini, rekomenasi TPF Munir hanya ditindaklanjuti oleh penegak hukum bila tersangkanya adalah pelaku lapangan. Sementara pelaku utama belum diproses oleh penegak hukum padahal TPF Munir sudah merekomendasikannya.

Berharap pada Tim 8
Belajar dari TPF Munir, agaknya sejak awal Tim 8 juga memiliki hambatan serupa. Dalam hal kewenangan misalnya, Tim 8 tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan sehingga kemudian hasilnya hanya disampaikan oleh Presiden. Meskipun Tim 8 telah dibentuk, proses hukum tetap akan dilakukan oleh polisi.

Sejumlah rekomendasi awal Tim 8 juga tidak ditindaklanjuti oleh polisi. Hanya penangguhan penahanan Bibit-Chandra dan penonaktifan Susno Duadji yang ditindaklanjuti oleh polisi. Itu pun hanya sementara. Bahkan penonaktifan Susno juga tidak serta merta dilakukan oleh polisi sampai beberapa anggota tim mengancam mundur.

Adapun rekomendasi ketiga yakni penahanan Anggodo, hingga kini malah belum dilakukan oleh polisi. Padahal Tim 8 tidak hanya sekedar memberikan rekomendasi akan tetapi juga memberikan petunjuk pasal-pasal apa yang bisa dipergunakan untuk menjerat Anggodo. Kenyataannya hingga sekarang polisi mengaku kesulitan untuk menemukan bukti guna menjerat Anggodo.

Sampai hari ini proses masih terus berjalan. Satu per satu saksi dan para pihak yang terlibat dipanggil oleh Tim 8. Tentu kita berhadap Tim 8 akan memberikan solusi bagi penyelesaian kasus ini. Bahkan dari berbagai keterangan yang terungkap, ada banyak kasus yang sebetulnya bisa ditindaklanjuti oleh penegak hukum, tidak hanya polisi, akan tetapi juga KPK dan Kejaksaan Agung.

Sebagai pihak independen, rekomendasi yang dikeluarkan oleh Tim 8 seharusnya dipatuhi oleh semua pihak, terutama penegak hukum. Terutama agar ada jalan keluar dan solusi dari persoalan ini. Belajar dari TPF Munir, seharusnya Presiden memerintahkan polisi dan jaksa untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi Tim 8. (62)

— Penulis adalah Koordinator Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch

Suara Merdeka 9 November 2009
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/11/09/87378/Menanti.Solusi.Tim.8

Categories: Korupsi
  1. December 14, 2009 at 1:57 am

    Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku sekalian di seluruh penjuru Dunia maya,

    Akhir-akhir ini, banyak orang dari berbagai penjuru dunia sedang memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.

    Hari peringatan yang bertepatan dengan maraknya pembahasan tentang kasus penggelapan dana Bank Century di negeri kita.

    Dan juga termasuk salah satu hari yang memuakkan bagi saya.

    Hari yang memuakkan, dimana kita memperingati suatu perbuatan yang sangat memalukan, KORUPSI!

    Kenapa juga kita harus memperingati jasa-jasa para koruptor yang telah membantu penghancuran kehidupan umat? He he he…

    Untuk selengkapnya, baca di:

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/corruption-day.html

    ————————————————

    INDONESIA GO KHILAFAH 2010

    “Begin the Revolution with Basmallah”

    ————————————————

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: