Tentang aku

Awalnya aku bercita-cita hendak menjadi insinyur. Maka aku memilih kuliah di fakultas teknik,  jurusan teknik elektro di UKSW, Salatiga.

Ternyata minat, harapan dan cita-cita berubah.  Aku justru tertarik dan berminat pada masalah-masalah sosial. Sepertinya manusia  lebih menarik dan menantang untuk didalami ketimbang otak-atik PCB dan solder komponen.

Kini aku bergabung di ICW dan menggeluti persoalan korupsi. Terlibat bermacam penelitian dan berdiskusi dengan berbagai kalangan.  Juga bertemu dan berbincang dengan para pelaku korupsi!

Seorang kawan pernah berujar, “Urip iku larang regane … (hidup itu mahal harganya)”. Karena hidup mahal dan juga sangat singkat,  aku pun harus memilih.  Maka, sekarang aku hidup dalam satu pilihan yang memberikan kebahagiaan. 

  1. shofie
    March 13, 2007 at 6:18 am

    Assalamualaikum Danang WD. sepertinya kita bisa berteman di dunia maya, kenalkan saya shofie, saya mendalami sosiologi dan sedang kuliah di jurusan yang sama. saya sangat tertarik dengan masalah kejahatan dan kemiskinan. untuk soal kejahatan, saya sedang mempelajari white collar crime, karenanya saya membaca tulisan tentang money laundering di blog anda. terima kasih atas informasinya.

    salam kenal
    Shofie aziza
    Depok

    btw, UKSW itu dimana ya ?

  2. May 1, 2007 at 11:30 am

    UKSW tuh di Salatiga, singkatan dari Universitas Kristen Satya Wacana.

  3. anung
    May 2, 2007 at 12:06 am

    Danang,
    Salut ya anda telah berani menetapkan pilihan.
    Keberanian itu sebuah energi tersendiri.
    Mengutip Sukardi Rinakit, yang mengutip Einstein, sebuah keberanian ternyata mengandung energi ledakan 8 (delapan) bom neutron, yang lebih dahsya dari bom atom.
    Gunakan energi bom neutron tadi untuk ngebom korupsi di Indo.
    Selamat berjuang.
    Salam dari Banda Aceh yang juga menunggu bom-bom kecil berdaya ledak besar.

  4. May 5, 2007 at 9:43 am

    Lho…!!?? saya kan ikut Mas Anung he…he…..:)

  5. June 3, 2007 at 4:40 pm

    mas, anda dari uksw??

    apa anda yang dulu jd pemred buletinnya elektro pas kemelut 1993-1997???

    tolong balas.

  6. June 9, 2007 at 10:52 am

    Pak Danang , saya mahasiswa UKSW angkatan 2006 ,saya melihat di UKSW ini tidak seperti universitas lainnya , terlalu banyak mahasiswa seperti sampah ,hanya sediki yang memikirkan masalah sosial dan rakyat . Kalau saya punya teman bernama Doraemon , saya akan minta alat pada dia untuk memindahkan saya ke universitas lain. Apakah UKSW dari dulu memang seperti ini pak ?

  7. June 12, 2007 at 4:38 am

    Hai Indiana,
    Kau di fakultas apa? Beberapa waktu yang lalu, saya baca salah satu edisi Majalah Tempo. Ada satu artikel tentang kampus-kampus pilihan dunia kerja. Tempo membuat peringkat kampus-kampus yang paling menarik minat dunia kerja, terutama sektor bisnis. UKSW tidak masuk 10 besar, dan saya tidak kaget. Bila tidak ada konflik pada tahun 1994 dulu, mungkin UKSW akan berada di salah satu peringkat atas kampus ternama di negeri ini.

    Ceritanya panjang. Tetapi pemecatan Arief Budiman oleh Rektor dan Yayasan UKSW adalah akar dari merosotnya UKSW. Pemecatan Arief diikuti dengan pemogokan dan hengkangnya 50 dosen, 25 diantaranya bergelas master dan doktor. Dosen FTJE paling banyak yang hengkang waktu itu. Tetapi kerugian terbesar adalah hilangnya idealisme dan bergantinya relasi buruh – majikan antara yayasan dan rektorat dengan dosen.

    Jaman saya kuliah, hampir seluruh media massa utama menempatkan korespondennya di Salatiga atau mengunjungi UKSW secara rutin. Ada apa? tentu cari berita dan minta komentar. Saat itu hampir seluruh kegiatan di UKSW mendapat tempat di media massa utama. Jangankan pasca sarjana atau universitas. Lha wong senat bikin diskusi aja, politik Indonesia bisa gempar waktu itu.

    Tapi itu dulu, sekarang hm…. ini kan resiko yang waktu itu seharusnya disadari oleh yayasan dan rektorat. Yah begitulah UKSW sekarang, nggak ada beda dengan universitas swasta yang lain.

    Salam,

    Danang

  8. June 12, 2007 at 4:43 am

    To Satria,

    Waktu kemelut UKSW, aku sempat buat buletin dengan teman-teman. Sebelumnya aku sempat belajar jurnalistik dengan aktif di majalah Imbas. Kamu di fakultas apa?

    Salam,

    Danang

  9. Salmon Ariyanto Bintarno
    June 22, 2007 at 12:06 pm

    Mas Danang,

    Entah apa saya berhak memanggil anda sebagai kakak. Mungkin secara almamater iya, tetapi melihat sepak terjang mas Danang kok saya menjadi minder. Saya Salmon Ariyanto Bintarno 612003033. Mungkin mas Danang tau kode 61 dulu. Boleh saya bertanya ? (secara tidak sadar saya sudah bertanya)
    Memang sekarang UKSW sudah bukan UKSW yang dulu, kalau begitu UKSW harus bagaimana sekarang ? Minimal Fakultas saya, atau mungkin minimal saya. Mahasiswa yang juga prihatin melihat keadaan UKSW sekarang.
    Romantisme kejayaan masa lalu tampaknya masih menyelimuti fakultas kami. Sering kami bertukar pikiran dengan beberapa mahasiswa yang juga peduli tetapi kok rasanya disorientasi dan larinya justru romantisme masa lalu.

  10. INDIANA
    June 29, 2007 at 1:31 pm

    Terima Kasih message saya direply

    Saya di fakultas Ekonomi pak ,fakultas yang (katanya -walau ku tak begitu percaya-) ,adalah salah satu FE terbaik di Indonesia .
    Dulu sewaktu saya SMA saya punya imajinasi bahwa dunia mahasiswa adalah dunia “rock n roll” (ini istilah saya untuk menggambarkan hal-hal yang cukup menarik bagi saya),yaitu dunia yang penuh dengan diskusi,buku,kritis,sosial,belajar,lifestyle,alkohol dan kehidupan duniawi ,tapi apa yang saya temukan setelah kuliah di UKSW ?Saya hanya menemukan 3 hal terakhir yang saya sebut tadi, yang lainnya cuma sedikit saya temukan .
    Saya sudah membaca buku tentang konflik di UKSW ’94-’96 ,disitu bisa saya simpulkan bahwa UKSW adalah (dahulu) universitas yang cukup “rock n roll” .
    Semoga suatu saat,ketika saya sudah menjadi “orang” kelak ,saya akan menjadikan UKSW sebagai sekolah yang mantap untuk anak cucu saya.

    Terima kasih

  11. July 1, 2007 at 4:28 pm

    Mas Danang,

    Terima kasih untuk balasannya. Saya kuliah di fakultas yang menjadi antek JOI dulu, NIM saya berawalan 21.

    Saya sependapat dengan Salmon, masih ada romatisme itu, walau hanya saya bagi dengan satu partikel dari keseluruhan mahasiswa UKSW.

    Sampai saat inipun masih ada yang namanya kembar siam penguasa politik dan ekonomi di UKSW. Entah cabal seperti apa yang sudah bercokol di kampus ini.

    Tapi, saya harap hal ini tidak akan terjadi selamanya.

    Terima kasih banyak, sampai ketemu lagi, soon.

  12. dicky
    September 20, 2007 at 6:26 am

    elektro yang dulu haanya tinggal sejarah bagiku….
    Elektro UKSW yang sekarang ,,,, ya yang sekarang….

    yang pake sandal jepit tinggal segelintir doang…

    • doel
      October 31, 2010 at 6:16 am

      amin mas, Puji Tuhan saya mengalami saat itu, kuliah pake sandal cepit n celana gunung. Rindu saat itu selalu

  13. ANIDAR
    October 1, 2007 at 5:21 am

    ASSALAMU ALAIKUM, SAYA MEMBACA TULISAN ANDA DENGAN JUDUL “TAK ADA BERKAH DI NUSA INDAH” . PERJALANAN YANG ANDA LAKUKAN KE LEMBATA ATAS UNDANGAN PBHI NTT UNTUK MENGIKUTI SEMINAR ANTI KORUPSI. SEBENARNYA BUKAN ITU YANG MENARIK MINAT SAYA, AKAN TETAPI PEMUDA LEWOLEBA AHMAD BUMI. NAMA ITU MEMBUAT SAYA TERKESAN, APA BUMI ITU KESANNYA SEPERTI DUNIA YANG KITA HUNI SEKARANG ATAU HANYA SEKEDAR MENGAMBIL NAMA BUMI SEBAGAI NAMA. APA BOLEH SAYA MEMINTA BIODATA TENTANG AHMAD BUMI SEKALIAN FOTO, UNTUK MELIHAT SOSOK BUMI ITU SEPERTI APA.

  14. December 3, 2007 at 7:09 am

    halo mas..
    piye kabarre mbak dian ??
    salam yo..
    sekalian aku minta ijin nge-link blognya mas danang ini di blogku..maklum mas, pendatang baru..

  15. December 7, 2007 at 12:49 pm

    Dian sekarang sedang sibuk mempersiapkan tugas akhir, Dian
    kuliah di Fak Psikologi UI, jurusan Intervensi Sosial.

  16. didik
    December 11, 2007 at 12:29 pm

    Iki danang ’97 …
    ono utang sing kudu di bayar

    –didik “pepenk” ’96

  17. Mezoem02
    February 2, 2008 at 4:34 am

    massss danangggg, masih inget akuuuuu, aku penggemarmuuu 612002111 alias MZM’02, kangen nihhh
    Hiduuup sandal jepitttt orangee
    Hiduuup Only Fly for Freedom
    wah jujur aku kangen ama FTJE nih mas, hiiikssss,jd pengen balik kuliah lagi, mumet mbikin TR lagi, mabuk bareng temen2 lagi, telanjang di tengah jalan tanpa dosa(wong edian), dan masih banyak kenangan yang menggembirakan dalam benakku, cause all my best friends, all my source inspirations, semua kenangan socev, semua orang yang membimbingku dalam banyak hal ada di sana semua, aku merasa keluargaku ada di sana, serasa sulit untuk melepas FTJE
    apapun kondisi FTJE tetaplah FTJE almamaterku, sendal jepit ciri khas ku, pak oki doku dosenku . . . . . . dan masih banyak lagi yang tidak bisa diungkapkan disini.
    Viva FTJE
    Viva Papan Demokrasi (ciri khas FTJE)
    klo boleh aku minta email mas danang bisa?

    • Azola Febrimon
      May 13, 2015 at 7:39 am

      Halo Mas.. Saya momon di Batam.. Saya sudah browsing kemana-mana dan akhirnya menemukan Mas di sini.. Saya kenal dengan Pak Oki Doku di Batam, kondisi ybs saat ini cukup memprihatinkan. Beliau sepertinya mengalami gangguan jiwa dan sekarang tinggal di tenda. Beliau masih bisa komunikasi dengan baik tetapi sangat tertutup. Kemaren saya berhasil menemukan passportnya dan mengetahui namanya dan pekerjaannya sebagai dosen di Salatiga. Saya ingin menghubungi keluarganya tapi tidak tahu kemana.. mungkin mas bisa bantu.. Alamat email saya : azola.febrimon@gmail.com HP 085272-077099. Thanks

  18. ira
    February 14, 2008 at 10:43 am

    assalamualaikum…
    saya ira, saya mahasiswi pascah sarjana ilmu hukum USU, sekarang saya duduk disemester 2, aktifitas saya seehari2 sebagai asisten dosen difak.hukum, anggota PAHAM Indonesia cabang Sumatera Utara, anggota Badan Pengawas Koprasi Syariah dan aktif disebuah partai politik….
    keseharian saya kuliah dan mengajar mahasiswa, saya juga menyampaiakan materi tentang Hukum dan HAM, saya berterimakasih kepada mas danang yang memberikan informasi tentang korupsi ini, saya sering berdiskusi dengan mahasiswa tetang korupsi dikaitkan dengan pelanggaran ham..
    cuma mau bilang thanks for attention with social life, is my study…..
    mudah2n bisa memberi kontribusi lagi kedepan…

  19. wihananto Joko
    February 25, 2008 at 10:22 am

    Danang,
    Selamat berjuang untuk pemberantasan korupsi…!!!
    Aku gak sengaja waktu surfing Internet, nemu website dengan judul danangwd… jangan2x danang yang pernah maen bareng sama aku… hehehe….
    ingat kos-kosan kauman gak, Nang…?? Jaman kita nganggur hampir 1 tahun….. Inget waktu hunting film …??? hahaha…….

    joko’92

  20. March 23, 2008 at 5:10 pm

    kok jarang nulis lagi mas ?
    sibuk ya ?

  21. April 8, 2008 at 10:54 am

    To pitusiji,

    Iya nih, beberapa bulan terakhir aku sibuk sekali ngurus ICW. Nggak punya banyak waktu untuk menulis. Tetapi sekarang beban kerja sudah agak berkurang dan punya cukup waktu untuk menulis lagi.

    Danang

  22. danang wahyudadi
    May 29, 2008 at 4:42 am

    mas danang nama kita sama yaa………laa namamu pake wd apa yaa sama juga??????????

  23. May 30, 2008 at 10:41 am

    Hai Danang. Nama kita sama, maklum danang tuh nama pasaran di Jawa. Banyak orang, termasuk bapakku, demen banget dengan Danang Sutowijoyo alias Panembahan Senopati.
    Tapi nama kita berbeda belakangnya, aku Danang Widoyoko. Karena nama danang sudah duluan dikapling orang lain, yah terpaksa blog, email pake danangwd.

  24. lisa
    July 5, 2008 at 5:15 am

    caranya ngukur korelasi antara anggaran pertahanan dan pendidikan piye?data yang dibutuhkan apa saja ya? waduh saya pusing ni mikir skripsi…thanks atas bantuannya

  25. Ricko LN
    July 6, 2008 at 3:27 pm

    Apa kabar mas Danang?

    Saya Ricko mahasiswa FTJE (yang sekarang berubah menjadi FTEK) angkatan 2006…
    Dan saya sempat membaca artikel tentang Kemelut UKSW di FTJEnet karya mas Budi Kurniawan’90.
    Suatu sejarah kelam bagi UKSW untuk memperjuangkan yang namanya demokrasi…dan semoga UKSW bisa belajar dari itu semua.

    Saat ini apa yang hilang dari mahasiswa UKSW adalah rasa nasionalisme…tidak ada lagi rasa kecintaan pada bangsa sendiri (bahkan sudah 2 tahun ini saya tidak pernah merasakan upacara bendera di UKSW…paling2 di lapangan pancasila ato taman makam pahlawan pas 17an). Mahasiswa sudah kehilangan fungsinya sebagai Agent of Change, dan morality Control

    Maaf kalo mutar2 soalnya saya juga bingung mau ngomong apa karena ada banyak hal yang sebenarnya ingin saya omongkan (atau lebih tepatnya curhat lah mas:))

    Saya bertanya mengenai idealisme FTJE, apakah itu masih relevan sampai sekarang??? Saya rasa mahasiswa FTJE (atau FTEK sekarang) sudah lupa, bahkan sewaktu SOCEV 2006 dulu, tidak pernah diberi tahu tentang idealisme FTJE (saya tahu dari sesuatu yang saya cari sendiri). Saya takut jika idealisme tersebut malah akan mengekang kebebasan kita.

    Selama ini saya melihat FTEK hanya hidup terkekang dalam adat (tiap tahun itu-itu saja kegiatannya, POFTE, Malam Temu, SOCEV yang juga cuma itu-itu saja, LK yang juga cuma gitu-gitu aj). Apakah mungkin kita mendobrak adat seperti itu? membuat sesuatu yang lebih baik tentunya.

    Saya melihat IMBAS sekarang sudah mati lagi. Entah kesalahan pada regenerasinya atau memang IMBAS sudah tidak diinginkan lagi? Apakah harus kami membubarkan IMBAS yang sekarang? Jika IMBAS yang merupakan Santiran Idealisme FTJE, apakah idealisme itu juga masih diingat teman-teman yang lain (kembali ke pertanyaan pertama)? Saya sendiri walaupun bukan redaksi IMBAS juga merasa sayang jika IMBAS dibubarkan. Apakah perlu dibuat IMBAS baru yang tentunya akan berbeda dengan IMBAS dulu (secara idealisme, dan muatannya)?

    Apa yang harus kami lakukan sebagai mahasiswa FTEK sekarang mas???

    He3x, sory ya mas kalo kebanyakan tanya.
    Saya hanya ingin curhat dengan mas DANANG yang tentunya lebih banyak tahu:)

    Thanks dan salam kenal,
    TUHAN Memberkati
    Ricko LN

  26. lisa
    July 7, 2008 at 6:50 am

    mau tanya, bener ga tho kalo pertamina itu salah satu sumber pemasukan bagi anggaran militer di Indonesia?saya kok masih ragu…he h eheh

  27. Salmon A. Bintarno
    July 28, 2008 at 11:26 am

    Buat Ricko’06
    Apa dengan mengikuti upacara bendera itu sudah menjadi indikator yang valid tingkat nasionalisme seseorang?

    Imbas masih ada … tapi wujudnya saja yang berubah …

    Mas Danang,
    Saya dan teman-teman dari Elektro yang lolos PIMNAS XXI Unissula 2008 menemukan indikasi korupsi dana bantuan dari Diknas Jateng.

    Pada saat itu kami disuruh menandatangani daftar presensi (ternyata didalamnya ada daftar terima uang jaket) dan daftar terima uang transport (ternyata dibaliknya terdapat daftar terima uang saku) sedangkan kita tidak menerima uang jaket dan uang saku.

    Saya dan Susetyadi (Elektro 2004) menanyakan perihal tersebut kepada oknum Diknas Jateng, tetapi :
    Mereka berdalih tidak tahu (MULANYA ..),
    Salah ketik (DIKNAS JATENG BISA SALAH KETIK ???), dan
    Hanya menjalankan tugas (MONEY SHARING !!!!)

    Karena tidak mendapatkan penjelasan dan asumsi saya mengatakan ini ada yang tidak beres, saya marah dan memukul meja hingga semua mahasiswa yang berada pada ruangan Student Centre lt.3 Unissula tahu bahwa terjadi “penyunatan” dana.

    Akibatnya mahasiswa-mahasiwa lainnya (Perguruan Tinggi se-Jateng) ikut mendesak dan mereka tidak bisa apa-apa.

    Akhirnya masalah ini dibawa ke media hingga menunggu tindakan selajutnya dari Diknas Jateng.

    Selama 2 minggu ini, pihak Diknas Jateng selalu bersilat lidah dengan mengatakan hal itu dilakukan karena dananya belum cair.

    Apa kalau dana belum cair, kita harus tandatangan dulu ???

    Berhubung di ICW, bisakah Mas Danang membantu kami menyelesaikan masalah ini ?

    Berita mengenai masalah ini dapat Mas Danang cari di Google (ketik nama saya atau Susetyadi), bisa juga kontak teman-teman wartawan.
    Setau saya berita ini diliput Media Indonesia, Sindo, Suara Merdeka, Wawasan, Republika, Suara Karya, dan The Jakarta Post.

    Permasalahannya bukan uang yang tidak kami terima, tetapi Mengapa sampai event mahasiswa dimanfaatkan untuk “penyunatan” dana?
    Mengapa institusi pendidikan sedemikian anggunnya melakukan tidak korupsi?
    Bagaimana jadinya jika orang awam yang tidak tahu apa-apa berada di posisi kami?

    Pada kesempatan itu juga, saya dan Susetyadi mengembalikan dana Diknas Jateng.

    Kami curiga ini memang sudah terstruktur sejak awal.
    Jangan-jangan ini proyek dadakan sebelum suksesi Gubernur Jateng.
    Jangan-jangan masih banyak kantong pemerintah yang menjadi sumber korupsi.

    Jangan-jangan….

    Ah, Jangan-jangan….

    Salam,

    Salmon’03

  28. September 2, 2008 at 5:52 am

    Nang….maju terus pantang mundur….

  29. naomi s.rini
    September 20, 2008 at 8:09 am

    shalom Danang, mudah2n idealisme untuk memperjuangkan masalah hukum & sosial di negeri ini terus ada ya…….terkadang ada banyak aktifis menjadi lupa akan idealismenya ketika kesempatan untuk sebuah “posisi” ada didepan mata. salut untuk celoteh diawannya …..ada banyak hal yang bisa ditangkap dari celoteh Danang, sebuah idealisme, kekritisan dari seorang yang miris akan negeri ini, selamat berjuang untuk negeri ini , mudah2n ada banyak “danang” yang punya idealisme. God Bless ………oya ini ada coretan tinta untuk sang koruptor & Peminta-minta :

    PERNYATAAN SI KORUPTOR

    Si Koruptor,
    Duduk dikursi empuk dengan meja beralas marmer
    Kedua tangannya terlipat erat
    Sambil memutar otak ,”mencari –cari lahan subur” yang bisa tergarap

    Aku sangat beruntung
    Rp. 1 milyar, bisa kuraih jika aku kerja dengan menggunakan otak kiriku
    Rp. 10 milyar, bisa kuraih jika aku kerja dengan menggunakan otak kananku
    Rp. 100 milyar plus-plus……jika aku memakai kedua otakku

    Seandainya aku buntung, aku masih tetap beruntung
    Anak istriku tetap mensupportku…….”aku pahlawan bagi mereka”
    Relasiku tetap menggandengku……….” aku juga punya track record mereka”
    Penegak Hukumpun masih bisa berpihak padaku…………..”aku punya trik suap jitu”

    Namun, yang paling membuatku tidak beruntung
    Penjaga langit ketujuh selalu mencatat namaku…..
    Ada banyak tinta merah ……..
    Ternyata trik suapku tidak mampu menyuap si Penjaga langit ketujuh.

    PERNYATAAN SI PEMINTA-MINTA

    Si peminta-minta,
    Berdiri di traffic Light
    Tangannya menjulur kedepan
    Mengais rejeki, meminta belas kasihan

    Aku masih beruntung
    Tiap hari kuhitung pendapatanku
    Rp. 50.000,- jika aku ”kerja” sampai siang hari
    Rp. 100.000,- jika aku ”kerja lembur” sampai malam hari
    Aku kenyang bisa bersenang- senang
    Aku bisa lebih kaya dari orang-orang berdasi yang kerja diruang ber AC
    Aku juga bisa lebih kaya dari orang-orang yang kerjanya menenteng nenteng buku

    Namun,……..aku buntung
    Ternyata aku miskin pengetahuan
    Aku miskin akal budi
    Dan, aku miskin rasa malu

    By : Naomi S.rini, 14 september 2008

  30. SindyHarahap
    October 14, 2008 at 3:14 am

    Tampaknya dunia Pendidikan di Indonesia harus memahami bahwa akar kemelut Konflik UKSW, sebenarnya masih terus terimbas hingga detik ini pula.

    Leksikon JOI yang diasosiasikan dengan sang pemilik nama John JOI Ihalauw memberi makna yang berbeda ketika gelembung informasi (buble information) membawa kita kalangan masyarakat awam pada tempat aman pelarian para fugitive UKSW lama di Universitas Pemeras Harta …

    …sedih melihat kondisi terpuruknya ekonomi Indonesia saat ini, dan kenistaan rasa malu industri pendidikan terhadap kejujuran perilaku bisnis organisasi dalam mendidik masyrakat agar memberi kontribusi pada negara…

    …khiblat konflik yang berkesinambungan berorientasi ketamakan harta dan pembodohan publik yang belum ingat akan sejarah…

    [quote] Mas Danang,

    Terima kasih untuk balasannya. Saya kuliah di fakultas yang menjadi antek JOI dulu, NIM saya berawalan 21.

    Saya sependapat dengan Salmon, masih ada romatisme itu, walau hanya saya bagi dengan satu partikel dari keseluruhan mahasiswa UKSW.

    Sampai saat inipun masih ada yang namanya kembar siam penguasa politik dan ekonomi di UKSW. Entah cabal seperti apa yang sudah bercokol di kampus ini.

    Tapi, saya harap hal ini tidak akan terjadi selamanya.

    Terima kasih banyak, sampai ketemu lagi, soon.

  31. Geby
    November 15, 2008 at 11:41 am

    hai…salam kenal
    menurutku kau sudah mengambil keputusan yang tepat dalam hidupmu.di dlam hidup ini pasti selalu ada masalah ataupun rintangan yang kita hadapi…tetapi di balik semua masalah kita, pasti ada hikmahnya..dan Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita…seperti salah satu judul lagu yaitu ” Indah Pada Waktunya “dan itu adlah janji Tuhan….
    Pasti ada satu saat dimana Tuhan akan memberikan kita yang terbaik dari hasil kerja keras kita selama hidup ini,dan itu pasti indah……
    TRUST GOD!!!!

  32. Kornelius Yap
    October 30, 2009 at 5:31 pm

    Halo Mas Danang,

    Wah sama kita.. mantan anak Elektro yang sekarang kecebur di dunia politik.

    Oya, kita ketemu di Spinelli 2 minggu lalu sama Emil.. mudah2an masih inget🙂

  33. Agusta Setyawan
    April 23, 2010 at 9:03 am

    he.he.he Long live…long live and prosper bro..eleh gak nyangka ketemu lagi malah di jagad maya..giamana kabar temen2 lama kita kok gak ono sing kontak lagi? keep on rolling bro

    • April 25, 2010 at 1:34 am

      Apa kabar? Sekarang posisi di mana?

      Salam,

      Danang

  34. Alfa Romeo
    December 8, 2010 at 2:59 am

    kalo liat danang malah jadi ingat ama kembarannya…
    ranto penjual koran…
    hahahaha

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: